Minggu, 22 Oktober 2017

Self-Image (Citra Diri)

Citra diri merupakan salah satu unsur penting untuk menunjukan siapa diri kita sebenarnya. Ia juga merupakan konsep diri tentang individu (Maxwell Maltz dalam Ranjit SinghMalhi,2005, Enhancing Personal Quality). Citra diri seseorang terbentuk dari perjalanan pengalaman masa lalu, keberhasilan dan kegagalan, pengetahuan yang dimilikinya, dan bagaimana orang lain telah menilainya secara obyektif. Kita sering melihat diri kita seperti orang lain melihat kita.

Menurut Mahali (2005),riset menunjukan bahwa kepribadian kita merupakan manifestasi sisi luar dari citra diri kita. Semua kegiatan dan perasaan selalu taatasas dengan hal itu. Ia semacam pilot dan sistem bimbingan otomatis yang mengendalikan dan memprogramkan kita apakah akan berhasil atau gagal mencapai tujuan tertentu. Citra diri sangat dipengaruhi oleh performa kita sendiri. Sementara citra diri memengaruhi perilaku dan perilaku memengaruhi performa. Citra diri dapat membatasi prestasi kita; apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Dengan kata lain kita dibatasi hanya oleh keterbatasan citra diri.


Citra diri positif seseorang membuat dirinya berharga di mata orang lain. Contohnya antara lain citra tentang kejujuran, ketegasan, wibawa, dan sikap tanpa kompromi dengan ketidakadilan. Orang yang memiliki citra diri sepertiitu relatif mudah untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Simpati orang lain selalu tertuju padanya. Akibat lanjutannya citra diri memacu antusias hidup yang bersangkutan.

Sementara itu banyak dari kita yang gagal mencapai keberhasilan hidup yang lebih baik karena lemahnya (negatif) citra diri kita. Jadi bukannya karena faktor kurangnya kemampuan dan bakat. Citra diri yang lemah akan berakibat lanjut pada harga diri yang lemah. Mereka yang tergolong seperti ini selalu merasa dirinya tidak bernilai dalam mengarungi kehidupan. Motivasi dan semangat hidupnya pun rendah.Selalu dikungkung perasaan gagal. Mereka merasa menjadi korban masa lalu yang tidak sukses. Dan tidak jarang orang lain bakal menegurnya, ”mengapa anda selalu merasa canggung berhadapan dengan orang lain”?

Untuk mengembalikan citra diri yang rendah, yang pertama sebaiknya kita rajin mengevaluasi diri. Pahamilah unsur-unsur penting yang membentuk diri kita sebenarnya. Apa kekuatan dan kelemahan diri kita? Seberapa jauh kita meyakini diri kita sendiri. Kemudian ”lawanlah” setiap citra diri kita yang lemah.Kurangilah aspek-aspek yang menyebabkan citra diri kita lemah dengan cara memahami mana perilaku baik dan mana yang buruk. Ubahlah citra diri lemah menjadi citra yang kuat lewat upaya berpikir sukses ketimbang berpikir gagal. Dengan kata lain jangan rendah diri. Tidak ada salahnya kita membuat daftar pemikiran negatif dan positif yang ditulis dalam kartu.Lalu secara periodik tengok dan renungkanlah makna setiap isi daftar tersebut dari perspektif yang baru. Tentunya untuk membangun citra diri dalam kehidupan nyata. Pada gilirannya jadikanlah diri kita sebagai sahabat terbaik bagi semua orang.
Pietrofesa dalam tulisannya menjelaskan bahwa citra diri atau self image meliputi semua nilai, sikap, dan keyakinan terhadap diri seseorang dalam hubungannya dengan lingkungan, dan merupakan perpaduan dari sejumlah persepsi diri yang mempengaruhi dan bahkan menentukan persepsi dan tingkah laku seseorang.

Para ahli sepakat bahwa citra diri (self image) itu berhubungan dengan pandangan seseorang terhadap diri baik tentang fisik maupun psikisnya. Pandangan terhadap diri ini adalah unik sifatnya. Dengan kata lain ada kekhasan dari orang ke orang dalam citra dirinya secara fisik dan citra dirinya secara psikologis dan juga tidak lepas dari pandangan lingkungan terhadap diri seseorang.

Kriteria-kriteria Citra Diri

Berikut ini dijelaskan tiga criteria dalam citra diri

Kriteria pertama, citra diri dapat dilihat dari diri sendiri. Hal ini dapat diwujudkan dalam pernyataan-pernyataan berikut.

“ Saya sangat baik hati”

“Saya sangat bersahabat”

“Saya pemalu” dll.

Tentu saja perasaan dan keyakinan seperti itu mempunyai dampak besar terhadap apa yang diperbuat seseorang. Seseorang yang under Achieved (hasil belajar rendah disbanding kemampuan) disekolah atau orang yang tidak cermat memilih karier akan mendorong diri sangat tidak akurat dan bereaksi secara tidak tepat dalam berbagai hal.

Kriteria kedua, citra diri dilahat oleh orang lain

“Teman-teman memandang saya sebagai orang yang temperamental”

“Ibu menganggap saya lucu”

“Adi menganggap  saya tekun” dll.

Setiap individu juga mengembangkan sikap-sikap menurut bagaimana orang lain memandang/menganggap dirinya, lalau dia cenderung berbuat sesuai dengan anggapan-anggapan yang dipersepsi atau diterima oleh dirinya.

kriteria ketiga, citra diri berdasarkan idaman (idola)

“Saya seperti penyanyi yang baik”

“Saya sepertinya akan menjadi presiden”

“Saya pantasnya menjadi manager”

Diri idaman adalah penting dalam penentuan cita-cita hidup. Tentu saja tujuan yang telah jauh sukar tidak mungkin tercapai merupakan citra diri yang tidak sehat.
Citra diri adalah gambaran tentang siapakah diri kita menurut pendapat kita sendiri. Mungkin citra diri ini tidak sama dengan kenyataan yang terjadi, tetapi kita meyakininya. Citra diri ini membentuk ‘ kepribadian ‘ kita bagaimana kita berlaku, penampilan, mengambil keputusan, termasuk menghargai kondisi tubuh.

Kepribadian kita dibentuk oleh 2 komponen besar yaitu a) Citra-diri dan b) Watak seseorang. Inti dari ‘ kepribadian ‘ ini adalah citra diri itu karena ‘ watak ‘ kita dipengaruhi oleh citra diri itu sendiri.

Kita bisa menilai diri kita tergantung pada beberapa aspek yaitu aspek tubuh dan aspek psychologi. Sebagai contoh ; orang yang berkelahiran normal akan mempunyai citra diri yang positif, sedangkan orang yang cacat akan memiliki citra diri yang negatif. Itu dtinjau dari aspek pisik. Ditinjau dari aspek psychologis ; orang lahir dari keluarga kaya akan memiliki citra diri positif, sedangkan orang yang kelahiran dari keluarga miskin mempunyai citra diri negatif. Contoh ini bisa dikembangkan tetapi berdasarkan pembagian aspek diatas. Watak adalah kualitas perilaku atau reaksi dari setiap persoalan termasuk cara menghadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut. Jadi kedua komponen besar diatas membentuk kepribadian kita dalam kehidupan sehari-hari.


Citra diri dapat digolongkan kepada 2 golongan besar yaitu citra diri positif dan citra diri negatif. Citra diri positif akan mempunyai watak atau sikap percaya diri yang tinggi, menghargai diri sendiri, dan dapat menerima diri seperti apa adanya. Disamping itu orang ini pula memiliki watak yang baik dalam pergaulan sosial, mengembangkan potensi diri secara seoptimal mungkin. Bagi orang yang mempunyai citra diri negatif, mempunyai watak atau sikap yang rendah diri, sombong, pemalu, peragu, pergaulannya terhambat.

Apakah kita bisa merubah citra diri itu ?

Seperti diuraikan dimuka bahwa citra diri itu menunjukan kepribadian kita yang sebenarnya yang dilihat oleh orang lain, bukan berdasarkan penilaian kita sendiri. Walaupun penilaian ini secara subyektif, tanpa mempertimbangkan kenyataan yang ada maka hal itu dapat dirubah. Penilaian kita dilakukan atas dasar ingatan dan pengalaman yang lalu, sehingga secara tidak sadar tercermin keluar dari diri kita. Jadi penilaian atas citra diri ini hanya berdasarkan perasaan kita sendiri saja, pada hal sesungguhnya lain dari itu. Oleh karena itu sulit diidentifikasi untuk melakukan perubahan, apa lagi hanya merupakan reaksi emosional belaka. Perlu dibuat daftar hal-hal positif pada diri kita dan daftar hal-hal negatif yang kita miliki. Secara sadar dan jujur mengakui kekurangan maupun kelemahan kita, sehingga tepat mengambil solusinya. Kita menilai diri kita secara seobyektif mungkin bukan lagi berdasarkan perasaan kita. Fakta menunjukan sebenarnya banyak hal-hal yang positif terlewatkan begitu saja tanpa dapat memanfaatkan secara optimal. Disamping itu perlu dipertimbangkan, apa yang dikatakan orang lain termasuk keluarga terhadap diri kita. Hati-hatilah meminta penilaian orang lain karena ada yang mempunyai motivasi tertentu sehingga menyanjung atau membesar-besarkan ( ABS ). Ingatlah penilaian terakhir adalah keputusan kita sendiri, karena kitalah yang akan melakukannya ( Obyektif ).


Banyak orang tidak sadar atas citra diri ini bermanfaat dalam pergaulan sosial sehari-hari karena merupakan kepribadian kita yang sebenarnya. Tetapi ada pula orang yang menilai diri secara berlebihan sehingga kelihatan seperti orang sombong, angkuh atau merasa pintar pada hal sebaliknya. Cara penilaian diatas dapat menemukan kepribadian kita secara obyektif walaupun menurut perasaan kita tidak sesuai atau berbeda dengannya. Dengan kepribadian yang baik kita mempunyai karakter yang pasti dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Orang lain akan cepat mengetahui sifat maupun keadaan kita sehingga mudah ditebak oleh orang lain. Orang demikian dikatakan mempunyai prinsip hidup atau karakter yang kuat sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Self-Consept (Konsep Diri)

Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah Konsep Diri. Pada kali ini saya akan menjabarkan bagaimanapentingnya konsep diri dalam kehidupan. Sebelumnya apa sih konsep diri itu? Jenis-jenis Konsep Diri itu apa saja?
Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Para ahli psikologi kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsi dari konsep diri, sehingga terdapat beberapa pengertian.
Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan.
Perasaan individu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan yang ia miliki. Padahal segala keberhasilan banyak bergantung kepada cara individu memandang kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk diselesaikan.
Sebaliknya pandangan positif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan seseorang individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang mudah untuk diselesaikan. Konsep diri terbentuk dan dapat berubah karena interaksi dengan lingkungannya.
Pengertian Konsep Diri
Beberapa ahli merumuskan definisi konsep diri, menurut Burns (1993:vi) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu (Mulyana, 2000:7).
Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa konsep diri yang dimiliki individu dapat diketahui lewat informasi, pendapat, penilaian atau evaliasi dari orang lain mengenai dirinya. Individu akan mengetahui dirinya cantik, pandai, atau ramah jika ada informasi dari orang lain mengenai dirinya.
Sebaliknya individu tidak tahu bagaimana ia dihadapkan orang lain tanpa ada informasi atau masukan dari lingkungan maupun orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung individu telah menilai dirinya sendiri. Penilaian terhadap diri sendiri itu meliputi watak dirinya, orang lain dapat menghargai dirinya atau tidak, dirinya termasuk orang yang berpenampilan menarik, cantik atau tidak.
Seperti yang dikemukakan Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.
Menurut William D. Brooks bahwa pengertian konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita (Rakhmat, 2005:105). Sedangkan Centi (1993:9) mengemukakan konsep diri (self-concept) tidak lain tidak bukan adalah gagasan tentang diri sendiri, konsep diri terdiri dari bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana kita harapkan.

Konsep diri didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu (Rini, 2002:http:/www.e-psikologi.com/dewa/160502.htm).
Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.
Dari beberapa pendapat dari para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya.

Minggu, 15 Oktober 2017

Datang Untuk Pergi

Wuussshhhhh...
Dingin bukan main hembusan angin kencang mengganggu santaiku bersama gitar di taman. Pertanda hujan akan turun, aku memutuskan untuk memasuki rumah. Angin pun diikuti gemercik hujan. Tak biasanya suasana malam seperti ini. Ya! Yang seperti ini, yang membuatku terngiang pada bayangan tiga bulan yang lalu. Mungkin angin dan hujan yang akan menemani lamunanku kali ini, selain gitar dan kucingku Gio. Andai mereka bisa berbicara, mereka pasti mengatakan “Lupakan itu Chel! Lupakan!” gumamku.
Aku lelah dengan cinta yang direncanakan di dunia ini. Untuk apa cinta di masa remaja jika hanya memberikan kebahagiaan dengan akhir penderitaan, bukan memberikan kebahagian dengan mengakhiri penderitaan. Aku malah seperti manusia paling idiot mengharapkan sesuatu yang tanpa sedikit kemungkinan pun akan terkabul. Tuhan telah memanggil kekasihku yang hina itu, Gilang mengalami kecelakaan setelah aku memergokinya melakukan hal tidak senono dengan perempuan jalang. Aku kecewa telah memuja cinta yang dia punya. Aku merasa tidak dihargai, harga diriku terlempar pada tempat sampah seperti tisu.
Ya, aku tau semua yang telah Tuhan berikan padaku di muka bumi ini semuanya akan kembali pada-Nya, tapi apakah cinta juga? Dan mengapa Tuhan tetap membiarkanku terus-menerus berharap semuanya kembali? Jelas-jelas itu mustahil terkabul. “Lantas apa makna kalimat nothing impossible? Lupakan itu Chel! Lupakan!” senyum kecilku pada kehampaan, menandakan pemahamanku terhadap adanya rencana Tuhan. Kini malam terasa panjang bagiku. Malam yang benar-benar membuatku terbuai dalam lamunan.

Pagi  sangat cerah, dunia seperti biasa menyambutku dengan riang, tapi kali ini aku tidak mengabaikannya.  Aku tersenyum sendiri . Ribuan mata menatapku heran, orang-orang di kampus pasti bertanya-tanya dalam pikiran, apakah Tuhan telah mengabulkan harapan Chelsea? Atau apakah Chelsea menemukan cinta yang baru? Mungkin bisa saja mereka bertanya apakah Chelsea gila? Ahh apalah itu aku tak peduli.
“Hai Chel beda sekali kau hari ini, pinjam senyum dari mana kau?”
“Haha dasar kau, kau tak senang aku meninggalkan raut wajah menderitaku? Sahabat macam apa kau?” kusunggingkan senyum sinisku.
“Hahaha tak peduli apapun yang telah membuatmu sembuh dari penderitaan, yang terpenting sekarang kau sadar, syukurlah.”
Senya, perempuan yang anggun, dia satu-satunya sahabat yang mengerti keadaanku. Sampai sekarang dia selalu mengajakku berbaur dengan laki-laki di kampus. Ya, supaya aku bisa move on. Tapi kali ini aku tidak cuek dengan mereka, sampai aku dekat dengan mereka dan sampai aku sadar terhadap lelaki tampan di antara mereka, dia Dava.
Dava, lelaki yang baik, ceria, pintar. Ya jika aku menjadi kekasihnya aku akan mendapatkan kebahagiaan. Tak lama aku pun dekat dengannya dan ternyata dia menyukaiku sejak dulu, kini dia menjadi kekasihku. Hariku adalah harinya, dia selalu membuatku bahagia. Tiba di saat sesuatu yang menghambat hari-harinya bersamaku, aku sudah tidak merasakan lagi yang namanya bahagia. Aku sudahi hubungan itu.
Tiba-tiba Dion menghampiriku di kelas. Dia menyodorkan tiket nonton di bioskop.
“Malam ini aku akan menjemputmu jam tujuh Chel!!!!” Teriak Dion di luar kelas setelah meninggalkanku, itu yang membuatku malu. Aneh, tak biasanya dia begitu.
Tepat jam tujuh malam dia menjemputku. Ketika di perjalanan, di dalam mobil Dion menjawab keherananku. Ya! Pernyataan cinta. Selama dia bisa membuatku bahagia, mengapa tidak? Dia lelaki yang sangat romantis. Dia selalu tahu apa yang disukai perempuan termasuk dia tidak pernah membuat perempuan menunggu. Dion memberikan sebuah alat musik kesukaanku, dia memberiku gitar tepat di tanggal aku dan Dion mengawali hubungan. Setiap malam Dion selalu datang ke rumahku membawa coklat dan bunga, dan sekarang, kemana Dion? Dia lupa atau sibuk? Atau mungkin dia bosan, ahh tak peduli alasannya apa, dia membuat hariku jenuh. Setelah aku tau, ternyata dia sibuk mengurusi persiapan pindah rumah ke luar kota. Long distance relationship hanya membuat beban saja, mau bagaimanapun  aku sudahi hubungan ini.
Sepertinya Dion membenciku, tapi aku tidak peduli. Setelah apa yang dilakukan cinta kepadaku, aku bersikap tenang saja dalam hal seperti ini. Sampai dia memohon pun aku tak peduli, aku tidak mau lama-lama dengan penderitaan. Sedikit aku menemukan penderitaan, cepatlah akan ku ubah lagi menjadi kebahagiaan.
Rayhan, lelaki berbau musik yang kini menjadi vokalis band, dia dekat dengan banyak perempuan di kampus, dan banyak yang gemar padanya. Dia memang lelaki tampan, tak disangka dia mendekatiku sampai aku akrab dengannya. Dan sekarang dia menjadi kekasihku. Dia memang lelaki yang super sibuk dengan hobinya itu. Walaupun begitu, dia tidak pernah lupa untuk membuatku bahagia ya seperti berburu pemandangan ke puncak, pantai, ataupun menyaksikan city light. Aku bangga memiliki kekasih seperti dia, ya secara dia bintang di kampus.
“Chel, kau tak sakit lihat aksi Rayhan?” Tiba-tiba salah seorang di kampus mengisi kursi kantin di sampingku.
“Maksudmu?” Aku mengerutkan kening setelah meneguk secangkir moccacino.
“Lihat saja Rayhan begitu asyik dengan perempuan-perempuan penggemarnya.”
Ahh biarkan saja Sey, itu sudah menjadi kebiasaan Rayhan, dan aku sendiri tidak merasa cemburu.”
“Mau sampai kapan kau seperti ini? Berburu cinta untuk kebahagiaan saja.”
“Harusnya aku yang bertanya, mau sampai kapan  aku seperti ini? Tidak mendapatkan kebahagiaan yang abadi.” Aku menepuk pundak Senya lalu meninggalkannya.



 

Setelah tiga bulan lamanya aku berhubungan dengan Rayhan, ternyata perpisahan itu terjadi lagi. Kesibukan dia yang membuatku bosan. Aku tak tahu apa yang orang-orang katakan jika aku menggonta-ganti kekasih lagi setelah ini. Ternyata cinta belum menebus semua kesalahannya padaku. Aku terus melakukan hal itu, bahkan aku tidak tahu sudah berapa lelaki yang kujadikan kekasih.
“Siapa dia?” mataku terpaku kepada seseorang yang berdiri didepan kelas, sampai aku lupa menutup mulutku yang terbuka.
“Makhluk apa itu?! Malaikat kah?! Atau pangeran yang turun dari kayangan kah?!” seseorang yang teriak di sebelah sana membuat satu kelas tertawa.
“Mohon perhatian semuanya, ini Radit mahasiswa pindahan yang akan menduduki salah satu bangku di kelas ini!” Rino memperkenalkan lelaki itu dengan lantang.
“Ohhh.... Raaadiitttt...!!” satu kelas serempak menanggapinya, terutama kalangan mahasiswi.
Buset!! Dia menempati tempat duduk tepat di depanku, aku tak mengerti apa aku harus senang atau apa yang pasti ini membuatku hampir mati. Astaga!
“Punya spidol?”
“Euu ... punya,” bibirku tiba-tiba bergetar dan kaku.
“Boleh kupinjam?” dia menyodorkan senyum manisnya yang baru aku lihat seolah-olah dia mengetahui apa yang aku rasakan.
“Euu .. ini,” damn! Baru beberapa detik saja aku dekat Radit sudah seperti ini, apalagi untuk setiap hari. Sungguh tampan mahasiswa baru ini.
“Terima kasih” senyumnya kembali membuatku gugup.
“Hah? Euu ... iya sama-sama.” Aku kaget bukan main kukira dia tau apa yang aku katakan dalam hati, ternyata mengembalikan spidol.
Selama kegiatan belajar mengajar aku tidak konsentrasi dengan apa yang disampaikan dosen, sebab perasaanku sedang tidak karuan. Radit memang idaman semua orang, dia tampan melebihi orang tampan, dia pintar melebihi Dava, bahkan suara dia bagus menandingi Rayhan. Setiap perempuan mengajaknya berbicara, dia kelihatan cuek. Aku tidak tahu apakah dia romantis melebihi Dion?  Tapi mengapa pandangannya begitu tajam ketika melihatku? Ahh mungkin cuma perasaanku saja.
BRAKK!!!
“Euu hey! Sudah berapa lama kau ada di sini?”
“Sejak tadi kau memikirkanku.” Radit cengengesan dengan laga percaya dirinya.
“Maksudmu?”
“Hahaha bercanda, boleh aku duduk disini?”
Aku hanya menjawab dengan menganggukkan kepala. Aneh, kalau dekat dengan Radit jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Aku memang mengaguminya bahkan ingin menjadi kekasihnya, tapi aku takut mencintainya.
Akhir-akhir ini Radit akrab denganku semenjak tahu bahwa hobiku sama dengan hobinya, yaitu bermain gitar. Aku selalu meminjam gitarnya kalau di kampus, ya semacam kesempatan dalam kesempitan hehe. Bahkan tanpa aku minta, dia menemaniku bermain gitar di rumahku. Apa mungkin dia juga menyukaiku? Ahh tidak mungkin, sebab jika dia menyukaiku pasti seperti mereka yang langsung menyatakan perasaan-perasaannya.
“HEY CHEL!!!” seperti biasa kerjaannya Radit mengagetkanku.
“Euu.. hah? Sebenarnya hobimu apa sih? Mengagetkanku?” ucapku ketus.
“Habis hobimu melamun sih haha peace, maen gitar itu pake chord bukan hanya gonjrang-gonjreng saja, sini gitarnya,” kata Radit sambil mengambil gitar dari lahunanku.
Ternyata Radit tak secuek yang aku kira, dia orangnya asyik. Setiap hari dia selalu menjahiliku, aku semakin akrab saja dengannya. Ya sepertinya dia juga menyukaiku, tapi tak ada tanda-tanda dia akan menjadikanku kekasihnya padahal sudah lama aku dekat dengannya.
“Mau berburu sunset denganku?”
“Serius?” aku kaget setelah Radit menawarkan itu.
“Ya serius, ini salah satu hobiku juga”
“Wah asik dong, boleh-boleh”
Aku bingung harus yakin atau tidak kalau Radit menyukaiku, tapi kapan dia akan menyatakannya? Kukira ketika berburu sunset dia akan menyatakan semuanya, tapi ternyata tidak. Aku selalu senang jika bersamanya, dia selalu mengajakku berburu sunset di pantai dan aku tidak pernah menolaknya, bahkan menyaksikan sunset sambil bermain gitar. Ternyata dia romantis melebihi Dion. Kini aku sangat yakin dia menyukaiku, sebab aku berpikiran bahwa dia akan menyatakan cintanya dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan, bisa saja dia menyatakannya bertepatan di hari ulang tahunku. Menyenangkan bukan?
Hari ke hari aku selalu bersama Radit, semakin lama aku semakin dekat dengannya. Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, sampai empat bulan ini aku menunggu dia menyatakan sesuatu, yaitu cinta. Sebab aku sangat yakin dia mencintaiku.  Ya, aku sangat yakin itu.
Tanggal 23 Agustus, hari ini hari yang kutunggu-tunggu. Acara ulang tahunku, walaupun acara kecil-kecilan tapi dimana kejutan-kejutan akan datang terutama dari Radit. Semua kado aku buka tepat di acara itu. Teman-temanku menyaksikan ketika aku membuka kado, pertama aku buka kado dari orang tuaku, ayah memberiku sepatu dan mamah memberiku pakaian. Kemudian Senya, dia memberiku tas. Selanjutnya aku buka kado dari Dion, Dava dan Rahyan.
“Mak..sud.. kalian apa ini?”dengan suara terbata-bata aku tidak kuasa menahan sakit, sampai air mataku tidak sanggup lagi kutampung.
“Itu kado untuk perempuan matre sepertimu!!!” Dion berkata saat aku menyaksikan isi kado darinya yaitu sepasang sendal jepit.
Dilanjutkan oleh Rayhan, Rayhan memberiku seekor katak. “Itu kado untuk perempuan yang tidak punya hati!!!”
“Itu kado untuk perempuan yang tidak menghargai lelaki dan suka menggonta-ganti kekasih!!!” Dava berkata saat aku menyaksikan isi kado darinya yaitu sekumpulan sampah plastik.
“Selain itu siapa lagi korban selanjutnya? Hah?! Radit?” bentak Dion padaku.
PLAKK!
“Jaga mulutmu Dion!!! Cukup kalian memperlakukanku seperti ini!!! Aku yakin Radit memberiku kejutan yang baik tidak seperti kalian!” aku marah sambil membuka kado dari Radit.
Sungguh tidak disangka, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku malu, Radit mengecewakanku, orang-orang menertawakanku sebab Radit memberiku kotak makan dan kitab Al-Quran. Aku bukan tidak menghargai itu, tapi bukan ini yang aku harapkan.
“Ini aku kembalikan, sungguh melebihi pelecehan. Aku tau maksudmu memberiku Al-Quran, karena aku bukan perempuan baik-baik?! Iya? Atau kau menyukai wanita hobi membaca Al-Quran? Ini sungguh tidak adil, kau memang pilih-pilih orang.” Semakin sakit hatiku semakin deras air mataku.
“Bukan itu Chel maksudku, kau salah paham” Radit menarik tanganku ketika aku hendak meninggalkannya.
Aku meninggalkan kediaman teman-temanku terutama Radit. Acara ulang tahun terburuk yang pernah aku alami. Apa penderitaan betah bersamaku? Aku ingin mati saja saat itu.
Beberapa kali Radit menemuiku dan menghubungiku sampai satu bulan, aku malas menanggapinya. Bahkan dia pernah mendatangiku ke rumah ketika kedaan hujan yang begitu deras, dia menungguku untuk menemuinya, tapi aku mengabaikannya. Satu bulan belakangan ini Radit tidak muncul menemuiku maupun menghubungiku, mungkin dia sudah lelah.
“Sudahlah Chel jangan seperti ini terus. Minta maaf padanya karena kau tidak menghargainya.”
“Cukup Sey, sejak aku disakiti cinta, kata maaf adalah sesuatu yang tidak akan pernah aku lakukan.”
“Sebernarnya salah kau juga, kau tidak tanyakan apa maksud Radit melakukan itu, jangan kau bohongi perasaanmu sendiri, aku tau kau menyukainya.”
“Kau tau apa tentang cinta?”
Setelah satu bulan lamanya Radit tak muncul, aku baru menyadari kesalahanku, kalimat-kalimat yang dilontarkan Senya memang benar. Lantas apa bedanya aku dan kita, Radit? Sama-sama menyakiti.
Tak berpikir panjang lagi, aku bergegas menemui Radit. Tak ada kendaraan di rumah selain sepedah, terpaksa aku menuju rumahnya menggunakan sepedah sebab tak nyaman juga menggunakan kendaraan umum. Jalan terus ku telusuri, mungkin 15 menit lagi aku sampai di rumahnya. Tak tau kenapa, debu mengganggu konsenterasiku, aaaaaaaaa.....
BRAKK!



 



Perlahan kubuka mata, samar-samar kulihat beberapa orang menggerumutiku. Setelah penglihatanku jelas, ternyata mereka teman-temanku.
“Apa yang telah tejadi padaku? Mengapa kalian menangis, aku tidak apa-apa”
“Ya kau memang tidak apa-apa, kau mengalami kecelakaan, untung saja ada lelaki yang menyelamatkanmu. Tapi... dia telah meninggal.” suara Senya begitu terbata-bata.
Aku langsung lari menuju ruang jenazah, dengan cara apa aku harus berhutang budi padanya? Perlahan kubuka kain yang menutupinya. Ya Tuhann, apa yang telah kau rencanakan?
“RAADIIITTTTTTTTT!!!!.”
Air mataku semakin deras, aku tak kuasa menahan sakit ini. Radit lelaki yang sedang kucari, dia telah meninggalkanku yang kutau tak akan mungkin kembali lagi. Aku memeluk erat jasad Radit, entah mengapa hatiku selalu ingin bersama Radit. Senya memberikanku amplop yang berisi surat, dia bilang itu surat pemberian dari Radit untukku. Senya juga memberikanku kado yang dulu Radit berikan kepadaku. Ternyata Radit menyelamatkanku ketika dia sedang perjalanan pulang dari rumah Senya. Dia yang membuatku takkan pernah melupakan semua yang telah dia lakukan untukku.
 Perlahan kubaca isi surat itu...
Teruntuk : Chelsea Sheilarita Adni

Chelsea, harus dengan cara apa lagi aku meluluhkan hati nuranimu? Aku tidak butuh sekedar kalimat “Aku memaafkanmu” dari mulutmu, yang aku butuhkan ketulusanmu memaafkanku. Aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku tidak tahu mengapa perasaan ini muncul ketika pertama kali aku mengenalmu.
Maaf jika aku membiarkanmu menunggu, sebab aku takut kau tidak serius denganku. Awalnya aku yakin kesabaranmu menungguku adalah keseriusanmu, tapi ternyata kau mengarapkan status hubungan saja. Yakinlah Chel, cinta lebih indah daripada sekedar status. Jika kau tahu, sebenarnya kado itu telah menjawab harapanmu. Lihatlah sesuatu yang berada di dalam Al-Quran itu Chel....
           Sebelum aku membaca halaman selanjutnya, aku mencari sesuatu yang ada di dalam Al-Quran pemberian Radit. Sebab ketika itu, aku hanya membuka tutup kotak kadonya saja tanpa memegang apalagi melihat sesuatu yang ada di dalam Al-Quran itu. Setelah aku buka.. Ya Tuhan, sepasang cincin! Tak tahu harus senang atau sedih yang jelas air mataku tak henti berlinang.
Dengan suara yang terbata, kulanjutkan membaca surat..
Maka dari itu janagn kau selalu memandang sesuatu hanya dari sisi luar saja. Dengan ini aku melamarmu. Maaf saat di ulang tahunmu itu aku tak mengatakan yang sebenarnya, sebab ku pikir untuk apa aku melamarmu yang jelas-jelas tidak mencintaiku. Bukan hanya itu, aku mengidap penyakit leukeumia, aku diponis. Maka dari itu aku langsung melamarmu dan kelak menikah denganmu sebelum umurku habis, aku ingin merasakan cinta yang sesungguhnya dan jelas-jelas halal untukku. Tapi takdir berkata lain, kau tidak mencintaiku. Kotak makan itu,  artinya jika aku menikah denganmu dan umurku masih panjang, kau yang akan selalu memberiku bekal makanan dikotak makan itu untuk aku kerja. Lalu jika Tuhan berkata lain dan memanggilku, bawa namaku disetiap doa bersama Al-Quran itu, kan kugapai semua doamu. Suatu saat nanti jika aku meninggalkanmu, tak perlu kau bersedih. Jika kau mencintai fisikku kau akan kehilanganku untuk selamanya, maka dari itu cintailah hatiku, karena hatiku akan terus bersamamu.Temui aku setelah kau mencintaiku Chel..
Salam manis,
Radit Alfaridzi

Tuhannn! Kau telah menjawab harapanku dan aku sendiri yang menghancurkan semuanya. Hati ini sakit Tuhan, kapan aku akan berhenti menangis? Benar-benar tidak sanggup lagi aku menahan kesedihan ini. Aku memang benar-benar tidak tahu diri, akun telah mencelakai diriku sendiri.
Sambil menangis, ku ambil tangan Radit untuk memasangkan cincin ke jari manisku, dan sebaliknya aku memasangkan satu cincin lagi ke jari manisnya. Apa sesungguhnya rencanamu Tuhan? Mengapa cinta datang untuk pergi? Radit, kau tega meninggalkanku setelah cintaku datang. Tunggu aku di surga Radit, aku akan menemuimu ketika aku disana...
Nothing Impossible, aku temukan makna itu.


-Selesai-

Self-Image (Citra Diri)

Citra diri merupakan salah satu unsur penting untuk menunjukan siapa diri kita sebenarnya. Ia juga merupakan konsep diri tentang individu (...